Bacakepri.com – Kesadaran finansial generasi muda kian menguat. Sepanjang 2025, kelompok Generasi Z tercatat menjadi motor utama pertumbuhan nasabah Tabungan Emas PT Pegadaian, mengungguli generasi lainnya dalam investasi emas digital.
Data internal Pegadaian menunjukkan, nasabah Gen Z—kelahiran 1997 hingga 2007—mencatatkan pertumbuhan tahunan (year-on-year/YoY) sebesar 116 persen. Angka ini jauh melampaui pertumbuhan kelompok Milenial yang mencapai 49 persen, Gen X 34 persen, dan Baby Boomer 32 persen.
Hingga akhir 2025, total pengguna Tabungan Emas Pegadaian secara nasional telah mencapai 4,85 juta nasabah, dengan dominasi signifikan dari kalangan usia 18–27 tahun.
Kepala Divisi Bisnis Bulion PT Pegadaian, Kadek Eva Suputra, mengatakan lonjakan tersebut menandai perubahan besar dalam pola pikir investasi generasi muda di Indonesia.
“Gen Z kini bukan lagi sekadar penonton, melainkan pelaku aktif yang sadar pentingnya perencanaan keuangan sejak dini. Mereka memilih emas sebagai aset safe haven yang kini dikemas secara modern melalui platform digital,” ujarnya, Minggu (5/1).
Sebagai generasi digital native, Gen Z cenderung memilih layanan yang praktis, cepat, dan berbasis gawai. Kemudahan akses melalui aplikasi Tring! by Pegadaian menjadi salah satu faktor pendorong utama, di mana pembukaan akun hingga transaksi pembelian emas dapat dilakukan secara real-time hanya dalam hitungan menit.
Gaya hidup Gen Z yang mengedepankan efisiensi atau “sat-set” juga terakomodasi melalui fitur transaksi instan dan otomatisasi, sehingga menabung emas dapat dilakukan secara konsisten tanpa prosedur berbelit.
Selain faktor teknologi, masifnya edukasi finansial melalui media sosial seperti TikTok, Instagram, dan YouTube turut mendorong meningkatnya literasi keuangan generasi muda. Kondisi ini membuat Gen Z lebih proaktif dalam menyiapkan dana darurat serta perencanaan jangka panjang di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Melalui visinya sebagai The Leader in Gold Ecosystem, PT Pegadaian menegaskan komitmen untuk terus berinovasi menghadirkan instrumen investasi yang aman, likuid, dan mudah diakses lintas generasi, sekaligus memperluas jalan menuju kemandirian finansial masyarakat muda. (lmt)


