
Bacakepri.com – Perjalanan empat tahun kepengurusan Lembaga Adat Melayu Kota Tanjungpinang ditandai dengan kegiatan tasyakuran yang digelar Jumat (13/2), sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan dihadiri tokoh masyarakat serta unsur pemerintah daerah.
Acara tasyakuran tersebut menghadirkan tausiah agama dari ustaz Kogabwilhan I Provinsi Kepulauan Riau Kolonel Anpu SAg MAg. Momentum ini menjadi ajang refleksi perjalanan organisasi adat yang selama empat tahun terakhir aktif menjalankan berbagai kegiatan pelestarian budaya Melayu.
Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Dr. Juramadi Esram, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kepengurusan yang berjalan telah berupaya konsisten menjaga silaturahmi antar pengurus serta masyarakat. Menurutnya, nilai adat Melayu harus terus menjadi pedoman dalam kehidupan sosial.
Ia menegaskan bahwa LAM tidak hanya bergerak di bidang adat istiadat, tetapi juga berperan dalam menjaga kerukunan dan kondusivitas daerah. Selama ini pihaknya aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen, termasuk aparat keamanan di Tanjungpinang.
“Empat tahun ini kami isi dengan kegiatan positif yang mengangkat marwah adat Melayu. Silaturahmi menjadi kekuatan utama agar organisasi tetap solid dan bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Juramadi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri tokoh perjuangan Provinsi Kepulauan Riau, Huzrin Hood, serta perwakilan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan LAM Provinsi Kepulauan Riau. Kehadiran para tokoh menambah kekhidmatan suasana tasyakuran.
Mewakili Wali Kota Tanjungpinang, staf ahli pemerintah kota, Marzuki Hendri, menyampaikan apresiasi terhadap peran LAM dalam menjaga identitas budaya daerah. Ia menilai keberadaan lembaga adat tetap relevan di tengah perkembangan zaman.
Menurut Marzuki Hendri, sinergi antara pemerintah dan lembaga adat sangat penting untuk mendorong kemajuan kota. Pemerintah Kota Tanjungpinang, katanya, membuka ruang kerja sama agar program pembangunan tetap sejalan dengan nilai budaya lokal.
Acara yang dibalut silaturahmi itu ditutup dengan doa bersama sebagai ungkapan syukur atas perjalanan empat tahun kepengurusan. LAM Kota Tanjungpinang berharap dapat terus menjadi perekat masyarakat sekaligus penjaga nilai-nilai adat Melayu di masa mendatang. (abdulharis)
Galeri Foto

