
Bacakepri.com – Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang memperingati Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah dengan menghadirkan Guru Mursyid, KH. Imron Effendy Hasibuan, di Balairung LAM, Jalan Agus Salim, Kota Tanjungpinang.
Peringatan Isra Mikraj ini berlangsung khidmat dan menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai-nilai adat dan keislaman yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Melayu.
Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kota Tanjungpinang, perwakilan organisasi kemasyarakatan, serta beberapa badan otonom Nahdlatul Ulama dan perhimpunan tarekat Majelis Cinta.
Ketua LAM Kota Tanjungpinang, Dato Wira Setia Utama DR. Juramadi Esram, dalam sambutannya menegaskan pentingnya meneladani akhlak dan perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurutnya, nilai-nilai yang diajarkan Rasulullah SAW tidak hanya relevan dalam konteks ibadah, tetapi juga dalam membangun tatanan sosial yang beradab, berkeadilan, dan berlandaskan kebersamaan.
“Sebagaimana yang telah ditauladani Nabi Muhammad SAW, maka selaku umat Muslim dan pengurus LAM Kota Tanjungpinang, sudah selayaknya kita menerapkan ajaran beliau dalam kehidupan bermasyarakat dan dalam menjalankan peran lembaga adat,” ujar Juramadi.
Ia menambahkan, LAM memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga keseimbangan antara adat Melayu dan nilai-nilai Islam sebagai jati diri masyarakat Tanjungpinang.
Dalam tausiah yang disampaikan, KH. Imron Effendy Hasibuan mengingatkan para hadirin tentang beratnya perjuangan Nabi Muhammad SAW dalam menyampaikan risalah Islam hingga dapat dinikmati umat hingga hari ini.
Menurut KH. Imron, peristiwa Isra Mikraj merupakan penguat keimanan sekaligus pengingat bahwa ibadah, khususnya salat, menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang Muslim.
“Kita hari ini menikmati hasil dari perjuangan panjang Nabi Muhammad SAW dalam menegakkan ajaran Islam yang kekal dan penuh rahmat bagi seluruh alam,” ungkapnya dalam tausiah.
Ia juga mengajak umat Islam untuk terus menjaga persatuan, memperkuat akhlak, serta mengamalkan ajaran Islam dalam kehidupan sosial tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Usai mendengarkan tausiah, para undangan disuguhkan hidangan semalam beriman, sebuah tradisi adat Melayu yang telah dilakukan secara turun-temurun sebagai simbol kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap nilai-nilai spiritual dan budaya.
Peringatan Isra Mikraj ini diharapkan semakin mempererat hubungan antara lembaga adat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga harmoni adat Melayu dan nilai-nilai Islam di Kota Tanjungpinang. (abdul haris)
GALERI KEGIATAN


