IWAKUSI Pererat Silaturahmi Warga Kuansing di Tanjungpinang–Bintan Sambut Ramadan 1447 H

IWAKUSI Pererat Silaturahmi Warga Kuansing di Tanjungpinang–Bintan Sambut Ramadan 1447 H

 Bacakepri.com –  Ikatan Keluarga Kuantan Singingi di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan  (IWAKUSI) menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan menggelar silaturahmi warga Kuantan Singingi (Kuansing) yang berada di perantauan, khususnya di Kota Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan. Kegiatan ini menjadi ajang mempererat persaudaraan sekaligus menjaga nilai adat dan budaya kampung halaman di tengah kehidupan rantau.

Pertemuan berlangsung hangat di kediaman Nelly, salah satu warga Kuansing yang berdomisili di KM 8, bersebelahan dengan kampus STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, Selasa (10/2). Rumah tersebut dipenuhi warga Kuansing lintas generasi yang datang bersama keluarga, menciptakan suasana kekeluargaan yang kental.

Baca juga : Ir Mustava Resmi Pimpin KADIN Kepri Periode 2026-2031

Nelly menyampaikan rasa syukur karena rumahnya dipercaya menjadi tempat berkumpul. Ia menilai kegiatan semacam ini penting untuk menjaga hubungan sesama perantau agar tetap solid dan saling mendukung. Menurutnya, silaturahmi menjelang Ramadan sudah menjadi tradisi yang patut terus dijaga.

“Ini bukan sekadar pertemuan biasa, tapi momen mengingat kampung halaman dan memperkuat persaudaraan. Di rantau, kita ini keluarga,” ujar Nelly. Ia berharap kegiatan serupa bisa rutin dilakukan agar generasi muda tetap mengenal akar budaya Kuansing.

Acara diisi dengan ceramah agama oleh Ustadz Muhammad Syarif LC, putra daerah Kuansing yang lama merantau menuntut ilmu. Ustadz Syarif diketahui menimba ilmu selama sekitar 10 tahun di Mesir sebelum kembali ke tanah air dan aktif berdakwah.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Syarif mengingatkan pentingnya menyambut Ramadan dengan ilmu yang benar. Ia menyoroti masih adanya sejumlah doa yang lemah (daif) namun sering diamalkan di masyarakat dengan niat menggairahkan ibadah.

Baca juga : Kepala BP Batam Dorong Kolaborasi KADIN Kepri–Batam, Perkuat Sinergi Investasi dan Ekonomi 2026

Menurutnya, semangat beribadah harus tetap disertai pemahaman yang sahih agar praktik keagamaan tidak menyimpang. Ia mengajak jamaah untuk terus belajar dan memperbaiki amalan menjelang bulan suci.

“Ramadan adalah momentum memperbaiki diri. Jangan hanya semangatnya saja, tapi juga ilmunya harus benar,” pesan Ustadz Syarif di hadapan para peserta yang menyimak dengan khusyuk.

Ketua IWAKUSI, Huzaifah Dadang, dalam sambutannya menegaskan bahwa silaturahmi ini menjadi penguat ikatan sesama warga Kuansing di perantauan. Ia menyebut kebersamaan seperti ini adalah wujud nyata menjaga identitas dan nilai kekeluargaan.

Huzaifah juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan Ramadan sebagai sarana mempererat ukhuwah. Ia berharap IWAKUSI terus menjadi wadah persatuan warga Kuansing yang tinggal di Tanjungpinang dan Bintan.

Kegiatan tidak hanya diisi ceramah, tetapi juga makan bersama yang menambah keakraban. Canda dan cerita kampung halaman mengalir di antara peserta, menciptakan suasana hangat penuh nostalgia.

Melalui silaturahmi ini, warga Kuansing di perantauan meneguhkan komitmen untuk saling menjaga dan mendukung. Tradisi menyambut Ramadan dengan kebersamaan menjadi bukti bahwa jarak dari tanah kelahiran tidak memutus ikatan persaudaraan. (abdulharris)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *