Kepri Raih 14 Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda, Jejak Peradaban Melayu Kian Diakui Nasional

Kepri Raih 14 Sertifikat Warisan Budaya Tak Benda, Jejak Peradaban Melayu Kian Diakui Nasional
Provinsi Kepulauan Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kebudayaan. Sedikitnya 14 warisan budaya tak benda asal Kepri resmi menerima sertifikat dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon,

Bacakepri.com – Provinsi Kepulauan Riau kembali menorehkan prestasi membanggakan di bidang kebudayaan. Sedikitnya 14 warisan budaya tak benda asal Kepri resmi menerima sertifikat dari Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, dalam seremoni nasional yang digelar di Gedung Plaza Insan Berprestasi Kementerian Kebudayaan RI, Jakarta, Senin malam (15/12).

Pengakuan tersebut menjadi bukti kuat bahwa khazanah budaya Melayu Kepri memiliki nilai historis, filosofis, dan kultural yang tinggi, sekaligus layak dicatat sebagai bagian penting dari identitas bangsa Indonesia.

Sertifikat warisan budaya tak benda itu diserahkan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon kepada Gubernur Kepulauan Riau, yang dalam kesempatan tersebut diwakili oleh Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, Juramadi Esram, didampingi Kepala Badan Pelestarian Kebudayaan Wilayah IV, Jumhari.

Keempat belas warisan budaya tak benda tersebut berasal dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kepulauan Riau, mencerminkan kekayaan tradisi, sejarah, serta kearifan lokal yang masih hidup dan diwariskan lintas generasi di tengah masyarakat.

Juramadi Esram mengungkapkan, dari seluruh daerah di Kepri, Kabupaten Lingga tercatat sebagai daerah dengan jumlah warisan budaya tak benda terbanyak. Warisan tersebut antara lain berupa peninggalan sejarah masyarakat, manuskrip kuno, pitutur, serta hikayat yang berkembang pada masa Kesultanan Riau–Lingga.

Menurutnya, manuskrip dan peninggalan sejarah tersebut bukan sekadar artefak, tetapi menjadi saksi perjalanan peradaban Melayu yang berperan besar dalam pembentukan identitas budaya Kepri dan Nusantara.

Seluruh warisan budaya tak benda tersebut, lanjut Juramadi, saat ini disimpan, diinventarisasi, dan didokumentasikan secara sistematis untuk selanjutnya dicatat dan diarsipkan sebagai bagian dari koleksi nasional, termasuk dalam pendataan di museum nasional.

Dalam acara tersebut, Kementerian Kebudayaan RI juga menyerahkan sertifikat dan penghargaan serupa kepada sejumlah provinsi lain di Indonesia yang dinilai berhasil menjaga dan melestarikan warisan budaya daerahnya.

Dalam sambutannya, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menekankan pentingnya peran daerah dalam menjaga keberlanjutan budaya bangsa. Ia juga mengajak seluruh peserta yang hadir untuk turut mendoakan dan menunjukkan empati kepada masyarakat yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, serta daerah lain di Indonesia.

Pengakuan nasional terhadap 14 warisan budaya tak benda ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi masyarakat Kepulauan Riau untuk terus menjaga, merawat, dan mewariskan nilai-nilai luhur budaya Melayu kepada generasi mendatang. (hrs)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *