
Bacakepri.com – Masjid Raya Nur Ilahi Dompak menggelar Sholat Gerhana Bulan pada Selasa (3/3) malam. Kegiatan tersebut dilaksanakan menyusul terjadinya fenomena alam gerhana bulan yang disaksikan masyarakat di wilayah Dompak dan sekitarnya.
Peristiwa gerhana bulan terjadi ketika posisi matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus sehingga cahaya matahari yang menuju bulan terhalang oleh bumi. Dampaknya, bulan tampak gelap atau redup dari pandangan di bumi. Fenomena ini tergolong jarang terjadi dan menjadi salah satu tanda kebesaran Allah SWT.
Dalam ajaran Islam, umat dianjurkan memperbanyak ibadah ketika terjadi gerhana, seperti melaksanakan sholat gerhana, berdoa, berzikir, serta bersedekah. Momentum ini menjadi pengingat bagi manusia akan kekuasaan Sang Pencipta atas alam semesta.
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Nur Ilahi Dompak, KH Handarlin Umar, menyampaikan bahwa peristiwa gerhana hendaknya disikapi dengan rasa syukur dan peningkatan ketakwaan kepada Allah SWT.
“Dengan adanya peristiwa ini, kita selaku umat Islam wajib bersyukur, melaksanakan sholat gerhana, memperbanyak doa dan bersedekah. Ini bagian dari ikhtiar spiritual kita dalam menyikapi fenomena alam,” ujarnya.
Ia menambahkan, suasana gelap yang melingkupi kawasan Dompak dan sekitarnya saat gerhana berlangsung menjadi pengingat bahwa manusia tidak memiliki kuasa apa pun tanpa kehendak Allah SWT.
Kegiatan yang digelar secara sederhana tersebut diawali dengan buka puasa bersama (iftar), kemudian dilanjutkan dengan sholat Magrib berjamaah. Setelah itu, jamaah melaksanakan Sholat Gerhana Bulan secara khusyuk.
Usai pelaksanaan sholat gerhana, kegiatan dilanjutkan dengan makan malam bersama yang diikuti seluruh jamaah yang hadir, menciptakan suasana kebersamaan dan kekhidmatan.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah tokoh masyarakat, Ketua Majelis Muhammadiyah, Ketua ICMI Kota Tanjungpinang, perwakilan Kantor Urusan Agama Kota Tanjungpinang, serta para jamaah yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai. (abdulharris)
