
Bacakepri.com – Masyarakat Jawa Timur yang tergabung dalam Paguyuban Jember Bersatu menunjukkan kepedulian sosial dengan berbagi kasih kepada warga Tanjungpinang. Melalui program Jumat Berkah, mereka membagikan makanan gratis kepada masyarakat yang melintas di Jalan Ganet, Kecamatan Tanjungpinang Timur, Jumat (23/1/2026).
Kegiatan sosial ini menyasar warga umum, pengendara, hingga masyarakat yang sedang beraktivitas di pagi hari. Dengan penuh keikhlasan, para relawan Jember Bersatu menyapa dan membagikan makanan hangat secara gratis sebagai wujud kebersamaan dan kepedulian sosial.
Ketua Paguyuban Jember Bersatu, Faturrahman, mengatakan kegiatan berbagi ini telah rutin dilakukan setiap Jumat pagi. Menurutnya, aksi sosial tersebut menjadi sarana mempererat silaturahmi antarwarga sekaligus menumbuhkan rasa empati terhadap sesama.
“Program ini sebenarnya sudah lama berjalan. Awalnya kami melaksanakan Jumat Berkah di Persimpangan Melayu Kota Piring,” ujar Faturrahman saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Namun seiring perkembangan kota dan kebutuhan untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, lokasi kegiatan kemudian dipindahkan ke Jalan Ganet. Pemilihan lokasi baru ini juga bertepatan dengan letaknya yang berada tepat di depan Sekretariat Jember Bersatu.
Faturrahman menjelaskan, Tanjungpinang Timur kini menjadi wilayah dengan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Banyak warga yang bermigrasi dan menetap di kawasan tersebut, sehingga dinilai tepat untuk menjadikan wilayah ini sebagai lokasi kegiatan sosial.
“Dengan berpindah ke Jalan Ganet, kami berharap manfaat kegiatan ini bisa dirasakan lebih banyak masyarakat, khususnya di wilayah Tanjungpinang Timur,” tambahnya.
Sementara itu, dana yang digunakan untuk memasak dan menyiapkan makanan seluruhnya berasal dari swadaya masyarakat Jember yang bermukim di Kota Tanjungpinang. Dana tersebut dikumpulkan sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diperoleh.
Melalui kegiatan berbagi ini, Jember Bersatu berharap semangat persaudaraan, gotong royong, dan kepedulian sosial terus tumbuh di tengah masyarakat, tanpa memandang latar belakang suku maupun daerah asal. (abdul harris)
