Negeri Kepulauan Direkam Seorang Jurnalis Senior Lewat Buku “Merekam Kepri”

Negeri Kepulauan Direkam Seorang Jurnalis Senior Lewat Buku “Merekam Kepri”
Bedah Buku refleksi pandangan hidup dan pengalaman dalam sebuah buku berjudul “Merekam Kepri, dari Laut ke Ruang Publik.”
Bacakepri.com – Kepulauan Riau dikenal sebagai negeri kepulauan dengan wilayah perairan mencapai sekitar 94 persen, dipisahkan oleh ratusan pulau besar dan kecil yang mengelilingi Negeri Segantang Lada. Bentang alam ini menjadikan Kepri bukan sekadar wilayah geografis, melainkan ruang peradaban yang sarat cerita.

Meski tidak seluruh pulau di Kepulauan Riau dihuni manusia, setiap jengkal wilayahnya menyimpan kisah sosial, budaya, ekonomi, hingga dinamika politik yang unik. Kekayaan inilah yang menginspirasi seorang jurnalis senior, Ridarman Bay, untuk merekam perjalanan Kepri dari sudut pandang jurnalistik.

Baca juga : Yuk Kunjungi dan Nikmati Menu dengan Nuansa Baru Angkringan Teras HARRIS Hotel Batam Centre

Ridarman Bay, yang telah lama malang melintang di dunia pers Kepulauan Riau, menuangkan refleksi pandangan hidup dan pengalamannya dalam sebuah buku berjudul “Merekam Kepri, dari Laut ke Ruang Publik.” Buku ini menjadi rekam jejak perjalanan sosial Kepri dari wilayah selatan hingga ke ujung utara.

Buku tersebut dibedah dalam sebuah diskusi ilmiah yang digelar di Gedung Kauman Muhammadiyah KM 8 Tanjungpinang, Sabtu (24/1). Kegiatan bedah buku ini menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi sebagai narasumber.

Hadir sebagai panelis, DR. Zamzami A. Karim dari STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, Dadang Huzaifah selaku Ketua STTI Tanjungpinang, serta Priyo Handoko, mantan jurnalis yang kini bertugas di KPU Provinsi Kepulauan Riau.

Para narasumber mengupas secara mendalam isi buku karya Ridarman Bay, mulai dari sudut pandang akademik, kekuatan narasi jurnalistik, hingga relevansinya terhadap kondisi sosial Kepulauan Riau saat ini.

Bedah buku ini dimoderatori oleh DR. Sarifuddin dari Institut Agama Islam Miftahul Ulum Tanjungpinang, yang mengarahkan diskusi agar tetap fokus pada substansi dan kontribusi buku terhadap wacana publik.

Dalam pemaparannya, para panelis menyoroti bagaimana buku “Merekam Kepri” memotret potensi Kepulauan Riau secara komprehensif, mulai dari adat istiadat Melayu, peran ekonomi maritim, hingga sumber daya alam yang tersebar di lebih dari dua ribu pulau.

Selain itu, buku ini juga menyinggung posisi strategis Kepulauan Riau sebagai wilayah perbatasan yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga, sehingga memiliki tantangan sekaligus peluang besar dalam pembangunan.

Ridarman Bay menyampaikan bahwa buku tersebut dipersembahkan untuk masyarakat Kepulauan Riau sebagai bentuk tanggung jawab intelektual dan sosialnya setelah puluhan tahun berkecimpung di dunia jurnalistik.

Buku berjudul “Merekam Kepri, dari Laut ke Ruang Publik.” Buku ini menjadi rekam jejak perjalanan sosial Kepri dari wilayah selatan hingga ke ujung utara.

Ia menegaskan, seluruh isi buku berangkat dari pengalaman lapangan dan pengamatan langsung selama bertugas sebagai jurnalis di Kepri, termasuk pengalamannya sebagai mantan dosen STIE Pembangunan Tanjungpinang.

Acara bedah buku ini turut dihadiri para dosen dari berbagai perguruan tinggi di Kota Tanjungpinang, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Kepulauan Riau DR. Darson, serta mahasiswa dari sejumlah kampus di Tanjungpinang. (abdul harris)

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *