
BACAKEPRI.COM– Ketika banjir bandang dan longsor melanda Sumatra Barat pada akhir 2025, ribuan warga terdampak harus berjuang memenuhi kebutuhan dasar sambil menata kembali kehidupan mereka.
Di tengah situasi itu, PT Pegadaian hadir membawa dukungan nyata melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL). Perusahaan menyalurkan bantuan senilai Rp 680.000.000 untuk membantu percepatan penanganan bencana dan pemulihan sosial masyarakat di berbagai wilayah yang terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Istana Gubernur Provinsi Sumatra Barat, menghadirkan suasana penuh harapan. Wakil Direktur Utama PT Pegadaian, Budi Wahju Soesilo, bersama Direktur Manajemen Risiko, Legal, Kepatuhan dan Umum PT Pegadaian, Ismail Ilyas.

Mereka menyerahkan langsung bantuan tersebut kepada Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi Ansharullah. Di hadapan pemerintah daerah, Pegadaian menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar penyerahan logistik, tetapi komitmen untuk menemani masyarakat yang sedang bangkit dari masa sulit.
“Pegadaian hadir untuk masyarakat di Sumatra Barat. Hari ini kami tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga membawa harapan. Semoga bantuan ini dapat membantu saudara-saudara kita untuk bangkit dan menjalani kembali kehidupan dengan lebih kuat,” ujar Budi Wahju Soesilo dalam sambutannya.
Ucapan itu menjadi penegas bahwa perusahaan berupaya hadir secara emosional, tidak hanya administratif. Bantuan tersebut kemudian didistribusikan ke berbagai titik, mulai dari BPBD Provinsi Sumatra Barat, Kota Padang, Bukittinggi, Agam, hingga sejumlah kecamatan dan nagari yang terdampak langsung.

Bantuan mencakup makanan pokok seperti rendang, ikan kering, serta paket sembako, kebutuhan sandang, perlengkapan bayi, selimut, tandon air, kasur, pompa air, hingga obat-obatan. Sejak awal Desember, bantuan ini terus bergerak mengikuti kebutuhan lapangan yang berubah dari hari ke hari.
Pemerintah Provinsi Sumatra Barat menyampaikan apresiasi atas langkah Pegadaian yang dianggap sangat membantu mempercepat penanganan. Gubernur Mahyeldi menegaskan bahwa kehadiran Pegadaian menunjukkan masyarakat Sumbar tidak berjalan sendiri menghadapi bencana.
“Kami berterima kasih sebesar-besarnya atas kepedulian PT Pegadaian. Dukungan ini membuktikan bahwa masyarakat Sumatra Barat tidak sendirian,” ujarnya.
Pegadaian menilai bahwa kerja sama dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan merupakan fondasi penting untuk menciptakan dampak yang lebih luas. Kolaborasi ini memastikan proses pemulihan berjalan lebih efektif, tertata, dan tepat sasaran.
Melalui langkah berkelanjutan tersebut, Pegadaian kembali menegaskan komitmennya terhadap masyarakat Indonesia, khususnya mereka yang tinggal di wilayah rentan bencana. Sejalan dengan visi Danantara, perusahaan ingin mendorong pemerataan manfaat, meningkatkan ketahanan sosial, dan berkontribusi dalam pembangunan yang lebih inklusif di seluruh Nusantara. (bk2)
